Sertifikasi Masih Berlanjut

Ciawi-PPASN. Senin (29/07/2019) ini, kembali dimulai Pelatihan Teknis dan Sertifikasi Pengelola Kepegawaian untuk Pejabat Pimpinan Tinggi dan Administrator dari seluruh instansi. Acara dibuka oleh Kepala BKN Bima Haria Wibisana sekaligus memberikan pengarahan. Pada pengarahannya, Kepala BKN memaparkan tentang perkembangan teknologi dan kebijakan publik, serta beberapa hal terkait pengelolaan ASN 4.0 dan penguatan talenta ASN. Beliau menghimbau kepada para JPT dan Administrator dimana mereka harus mempunyai keberanian untuk out of the box dalam merumuskan suatu terobosan kebijakan. “Para milenial saat ini membutuhkan agen-agen perubahan sebagai panutan dan itu semua dimulai dari pimpinannya”, tegasnya.

Pada laporan penyelenggaraan kepada Kepala BKN, Kepala Pusat Pengembangan ASN Ahmad Jalis menyebutkan bahwa Pelatihan Teknis dan Sertifikasi Pengelola Kepegawaian diawali dengan Training of Trainer (ToT) dan Training of Facilitator (ToF) bagi para fasilitator pada tanggal 11-14 Februari 2019 lalu, dan diikuti 106 peserta. Pelatihan dan sertifikasi ini mulai diselenggarakan pada tanggal 27 Juni 2019 ini dan sudah terselenggara 17 angkatan dengan total 505 peserta. 253 peserta dari instansi pemerintah Pusat dan 252 peserta dari pemerintah Daerah baik Provinsi, Kabupaten maupun Kota.

Ada 3 angkatan yang mengikuti pembukaan ini, 1 angkatan Pejabat Tinggi Pratama dan 2 angkatan Pejabat Administrator. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari, satu setengah hari untuk penyampaian materi modul Manajemen ASN (12 JP) dan setengah hari untuk uji kompetensi (4 JP). Pelatihan menerapkan metode ceramah, diskusi, pembahasan studi kasus terkait substansi teknis manajemen ASN dan penyusunan rencana tindak lanjut (action plan). Para fasilitator berasal dari para expert pakar praktisi dalam bidang pengelolaan sumber daya manusia dari BUMN, pejabat struktural instansi pemerintah dan widyaiswara. Di awal pelatihan, sebelum peserta mengikuti pelatihan di kelas, peserta terlebih dahulu mengikuti pembelajaran dengan metode e-learning juga diminta untuk mengunggah curriculum vitae (CV) dan portofolio sebagai bagian bahan/bukti dalam proses uji kompetensi melalui laman Pusat Pengembangan ASN: pusbangasn.bkn.go.id. -rif-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *