Nobar di Latsar

Ciawi-PPASN. Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) merupakan pelatihan yang wajib diikuti oleh CPNS maksimal dalam jangka waktu satu tahun sejak pengangkatan. CPNS diberikan materi tentang wawasan kebangsaan, nilai-nilai dasar PNS, dan materi lain yang mereka dapatkan dari pagi sampai malam. Saat ini Latsar CPNS Golongan III untuk Angkatan VI, VII dan VIII masih berlangsung. Sementara itu, Rabu (24/07/2019) ini, di Istora Senayan digelar acara Presidential Lecture. Sebanyak enam ribuan CPNS Tahun Anggaran 2018 hadir dalam acara yang mulai dibuka pada pukul 09.00 WIB itu.

Lantas, bagaimana dengan CPNS yang masih mengikuti Pelatihan Dasar CPNS di Pusat Pengembangan ASN?

Ya, nonton bareng (nobar) adalah jawabannya. Nobar Presidential Lecture melalui live streaming dijadikan sebagai salah satu agenda Latsar untuk memberikan wawasan terkait acara kepresidenan tersebut untuk para peserta Latsar CPNS, bertempat di Aula Gedung Pandji Soeroso Pusat Pengembangan ASN.

Berbeda dengan tahun lalu yang diisi langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Presidential lecture kali ini diisi oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), menggantikan Presiden Jokowi yang berhalangan hadir lantaran harus menyambut kehadiran rombongan Kerajaan Uni Emirat Arab (UEA) di Istana Bogor.

JK mengatakan bahwa para calon PNS tersebut merupakan orang-orang terpilih, sebab hanya sekitar 3 persen dari seluruh total pendaftar  pada tahun 2018 yang berhasil lolos hingga ke tahap akhir. Beliaupun mengingatkan agar para calon abdi negara tersebut terus memegang prinsip untuk mau melayani masyarakat secara maksimal tergantung masing-masing tugas. Para CPNS adalah generasi muda yang akan meneruskan tugas-tugas PNS senior yang telah menjalankan tugas selama berpuluh tahun dan harus pensiun, sehingga para CPNS harus meneruskan cita-cita mereka.

Selain JK, Presidential Lecture juga dihadiri Menteri PANRB Syafruddin, Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moloek, dan beberapa duta besar negara sahabat. -rif-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *