Dapat Ilmu, Dapat Pahala

Ciawi-PPASN. Pengetahuan adalah aset. Makin banyak pengetahuan yang dimiliki, makin kuat sebuah organisasi. Knowledge Center adalah salah satu sarana yang dapat membantu organisasi melakukan sharing pengetahuan seputar tugas dan fungsi organisasi, masalah-masalah yang terjadi pada unit kerja, hingga pengalaman tentang hal-hal di luar bidang yang bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan pegawai. Itulah yang menjadi topik bahasan pada sharing session di Pusat Pengembangan ASN pada Selasa (21/05/2019).

Sharing session merupakan agenda rutin Pusat Pengembangan ASN sebagai media berbagi dari pakar/praktisi yang kompeten pada bidangnya”, ucap Kepala Pusat Pengembangan ASN Ahmad Jalis pada pembukaan acara. “2018 lalu sharing session diadakan 4 kali, sementara rencananya tahun ini hanya akan diadakan 3 kali mengingat padatnya jadwal kegiatan di Pusbang”, sambung beliau.

Sharing session bertema “Knowledge Center sebagai Tacit Knowledge Repository ASN” akan mengupas urgensi Knowledge Center dan Tacit Knowledge bagi kemajuan sebuah organisasi agar produktif dan kompetitif. Sharing session perdana di tahun 2019 ini mengundang narasumber Dana Indra Sensuse, akademisi dari Universitas Indonesia, dan Hansel Tanuwijaya, praktisi dari Pricewaterhouse Coopers dengan moderator Kepala Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian Ahmad Slamet Hidayat.

Knowledge is the basic foundation of every organization. Without knowledge an organization cannot function thus making it impossible for an organization to act“, dijelaskan oleh Dana Indra Sensuse. Knowledge center adalah sebuah sistem yang didesain untuk membantu orang berbagi informasi. Knowledge center menawarkan bermacam piranti dan aksesoris yang mampu mempercepat atau memperlambat pengiriman dan penerimaan informasi. Pada dasarnya, tantangan yang dihadapi instansi adalah rendahnya kontribusi ASN dalam menyalurkan pengetahuan yang mereka miliki melalui media tertulis ataupun curah gagasan, sehingga ide-ide yang dimiliki pegawai hilang begitu saja seiring kepergian mereka karena mutasi atau pensiun. Maka diperlukan sebuah manajemen untuk mengelola pengetahuan dengan baik agar bisa didistribusikan kepada juniornya.

Sementara itu, Hansel Tanuwijaya secara ringkas menjelaskan bagaimana membangun dan mengembangkan sebuah Knowledge Center yang baik untuk kebutuhan pengembangan talenta ASN di masa yang akan datang. Beliau menjelaskan tentang Community of Practice yang merupakan komunitas sekelompok orang, yang memiliki passion yang sama terhadap sesuatu hal yang mereka kerjakan, dan melakukan interaksi secara teratur untuk belajar bersama guna membantu pekerjaan mereka tersebut. Dimulai dengan Connect people together, Enable dialogue (tacit-tacit), Provide shared context, Introduce collaborative processes, Stimulate Learning and Capture new knowledge dijelaskan satu-persatu oleh Hansel.

Kegiatan dilanjutkan dengan kultum oleh Widyaiswara Utama BKN Satya Supardi sebelum akhirnya ditutup dengan acara buka bersama seluruh peserta dan panitia. Sharing session disiarkan live streaming di akun youtube Pusat Pengembangan ASN, sementara untuk bahan tayang yang disampaikan oleh kedua narasumber bisa diunduh pada ling berikut:

Tacit Knowledge Dana dan Knowledge Management di PwC

-rif-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *